Halo teman-teman! Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menjelajahi kawasan Borobudur lagi, dan kali ini pengalamannya benar-benar berbeda dari kunjungan-kunjungan sebelumnya. Biasanya kan kita cuma fokus ke candi utama, foto-foto, terus pulang. Tapi ternyata, ada banyak sekali aktivitas seru di sekitar Borobudur yang bisa bikin liburanmu lebih berwarna dan berkesan.
Yang menarik, saya datang ke sini setelah denger cerita dari Anang Ashanti yang baru aja ke sini minggu lalu. Dia bilang ada beberapa spot yang wajib dicoba, dan setelah saya coba sendiri… wah, beneran worth it! Jadi, buat kamu yang lagi planning ke Borobudur, coba deh simak pengalaman saya ini. Siapa tau bisa jadi referensi buat itinerary-mu.
Naik VW Safari: Nostalgia dengan Pemandangan yang Memukau
Pertama kali denger ada VW Safari di Borobudur, saya langsung penasaran. Bayangin aja, naik mobil klasik yang udah dimodifikasi jadi open-air, sambil menikmati pemandangan sawah dan perbukitan sekitar Borobudur. Rasanya kayak lagi di film-film tempo dulu!
VW Safarinya sendiri ada beberapa pilihan warna, dan yang saya coba adalah yang warna kuning cerah. Mobilnya memang sudah tua, tapi dirawat dengan baik. Yang bikin seru, kursinya nyaman dan posisinya tinggi, jadi pemandangan ke sekeliling benar-benar terbuka. Rutenya biasanya melewati jalan-jalan kecil di desa sekitar, sawah yang hijau, dan kadang-kadang lewat perkampungan warga.
Yang perlu diingat, karena mobilnya open-air, siap-siap aja kena angin dan mungkin sedikit debu. Tapi justru ini yang bikin pengalamannya lebih autentik. Saya naik pas sore hari, sekitar jam 4, dan cuacanya cukup sejuk. Pemandangan sunset dari atas mobil sambil melewati sawah itu… bikin hati adem banget.
Tips dari saya: Coba booking sebelumnya, terutama kalau weekend atau hari libur. Dan jangan lupa bawa jaket atau syal, karena anginnya kadang cukup kencang. Oh iya, fotonya juga bakal kece banget lho di mobil ini!
Sunrise di Gereja Ayam: Moment yang Bikin Merinding
Nah, ini nih yang mungkin belum banyak orang tau. Gereja Ayam, atau yang sering disebut Chicken Church, ternyata punya spot sunrise yang amazing banget. Lokasinya di bukit, jadi kita bisa liat matahari terbit dengan background perbukitan dan kabut pagi yang masih menyelimuti lembah.
Saya berangkat sekitar jam 5 pagi dari penginapan. Perjalanan ke Gereja Ayam butuh waktu sekitar 20-30 menit, tergantung lokasi penginapanmu. Pas sampe di sana, suasana masih sepi dan dingin. Gereja Ayam sendiri bentuknya unik banget—seperti ayam yang sedang mengeram. Arsitekturnya memang menarik perhatian.
Tapi yang bikin spesial adalah view dari atas gereja ini. Kita bisa naik ke bagian atapnya (aman kok, ada tangga dan pagar pengaman), dan dari sana… wow. Pemandangan 360 derajat! Sawah, perbukitan, dan di kejauhan kita bisa liat silhouette Candi Borobudur. Saat matahari mulai muncul, langit berubah warna dari biru gelap jadi orange, pink, dan kuning keemasan. Benar-benar pemandangan yang bikin merinding.
Yang perlu diperhatikan: Naik ke atas butuh sedikit usaha, jadi pastikan kondisi fisikmu fit. Dan bawa kamera yang bagus, karena lighting pagi hari di sini perfect untuk fotografi.
Edukasi Gula Jawa: Belajar Sambil Ngemil
Setelah puas menikmati sunrise, saya lanjut ke tempat edukasi gula jawa. Tempat ini cukup dekat dari Gereja Ayam, dan ternyata seru banget buat yang pengen tau proses pembuatan gula jawa dari awal sampai jadi.
Di sini kita bisa liat langsung bagaimana nira dari pohon kelapa atau aren diolah menjadi gula jawa. Mulai dari penyadapan, pemasakan, sampai pencetakan. Yang menarik, pengelolanya ramah banget dan mau jelasin detail-detailnya. Mereka juga ngasih tau perbedaan antara gula jawa dari kelapa dan dari aren.
Yang paling seru tentu saja cobain gula jawanya langsung! Rasanya manis alami, dan teksturnya berbeda dengan gula pasir yang biasa kita pakai. Mereka juga jual gula jawa dalam berbagai bentuk—ada yang bulat, kotak, bahkan bentuk-bentuk unik lainnya.
Buat saya yang suka masak, pengetahuan tentang gula jawa ini berguna banget. Ternyata gula jawa yang asli punya aroma khas dan warna yang lebih natural. Dan yang penting, kita sekaligus support usaha lokal warga sekitar.
Tips: Coba beli gula jawa langsung di sini, kualitasnya terjamin dan harganya lebih murah dibanding beli di kota. Cocok banget buat oleh-oleh!
Membatik di Kedai Bukit Rhema: Unleash Your Creative Side
Nah, kalau pengen aktivitas yang lebih hands-on, coba deh ke Kedai Bukit Rhema untuk belajar membatik. Tempatnya asri banget, dengan view ke perbukitan. Suasananya tenang dan cocok banget buat yang pengen coba sesuatu yang baru.
Saya sendiri sebelumnya belum pernah coba membatik, jadi agak nervous awalnya. Tapi ternyata, prosesnya menyenangkan banget! Instrukturnya sabar ngajarin dari dasar: cara memegang canting, teknik menggoreskan malam (lilin batik), sampai memilih pola.
Yang saya buat adalah motif sederhana dengan tema Borobudur. Prosesnya butuh kesabaran, karena harus pelan-pelan dan teliti. Tapi justru di situlah serunya—kita jadi fokus dan lupa sama waktu. Suara burung dan angin sepoi-sepoi bikin suasana makin relax.
Setelah selesai membatik, kainnya akan diwarnai dan kita bisa bawa pulang sebagai kenang-kenangan. Rasanya puas banget liat hasil karya sendiri, meskipun mungkin belum sebagus batik buatan maestro. Tapi yang penting adalah pengalamannya!
Waktu yang dibutuhkan sekitar 2-3 jam, tergantung kerumitan pola yang dipilih. Cocok banget buat dilakukan pas siang hari, saat cuaca lagi panas-panasnya.
Naik ATV: Adventure ala Anang Ashanti
Nah, ini nih yang paling seru menurut saya—naik ATV! Rekomendasi dari Anang Ashanti ini bener-bener worth it dicoba. Lokasi ATV-nya di area dengan track yang variatif: ada yang melewati sawah, jalan berbatu, bahkan sedikit medan off-road.
Sebelum mulai, kita dikasih briefing dulu tentang cara mengendarai ATV yang aman. Helm dan perlengkapan safety lainnya juga disediakan. Buat pemula seperti saya, awalnya agak takut sih. Tapi setelah beberapa menit, mulai terbiasa dan malah ketagihan!
Track yang saya coba cukup challenging tapi masih aman buat pemula. Ada bagian yang melewati sawah dengan pemandangan hijau yang luas, ada juga yang melewati jalan desa dengan pemandangan kehidupan warga sekitar. Yang paling seru adalah saat melewati bagian berbatu—sensasinya kayak lagi adventure beneran!
Menurut guide-nya, Anang Ashanti minggu lalu juga naik ATV di track yang sama. Dia bilang pengalamannya seru banget, apalagi pas melewati area sawah yang luas. Dan saya setuju banget—pemandangan dari atas ATV sambil melintasi sawah itu benar-benar epic.
Tips penting: Pakai baju dan sepatu yang nyaman, dan siap-siap kotor sedikit. Tapi percayalah, pengalamannya sepadan dengan sedikit kotor itu!
Mengapa Kombinasi Aktivitas Ini Bikin Liburan ke Borobudur Lebih Berkesan?
Setelah mencoba semua aktivitas ini, saya baru ngeh bahwa Borobudur itu nggak cuma tentang candi saja. Dengan mengeksplor aktivitas-aktivitas di sekitarnya, kita jadi bisa:
Pertama, lebih mengenal budaya dan kehidupan warga lokal. Dari proses pembuatan gula jawa sampai melihat langsung aktivitas warga di desa-desa sekitar, kita jadi punya pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan di sini.
Kedua, dapat pengalaman yang variatif. Dalam satu hari, kita bisa dapat pengalaman nostalgia (VW Safari), spiritual (sunrise di Gereja Ayam), edukatif (gula jawa), kreatif (membatik), dan adventure (ATV). Komplit banget kan?
Ketiga, support ekonomi lokal. Dengan ikut aktivitas-aktivitas ini, kita sekaligus membantu usaha warga sekitar. Dan biasanya, harga yang ditawarkan cukup reasonable untuk kualitas pengalaman yang didapat.
Terakhir, dapat cerita dan foto yang lebih beragam. Daripada cuma foto di candi doang, sekarang kamu punya cerita tentang naik VW klasik, melihat sunrise dari tempat unik, belajar membuat batik, dan adventure naik ATV.
Jadi buat kamu yang planning ke Borobudur, coba deh pertimbangkan untuk mencoba beberapa aktivitas di atas. Nggak perlu semua sih, pilih yang sesuai dengan minat dan budget. Tapi percayalah, dengan menambahkan aktivitas-aktivitas ini ke itinerary-mu, liburan ke Borobudur akan jadi lebih berkesan dan memorable.
Saya sendiri sudah planning untuk balik lagi, mungkin dengan kombinasi aktivitas yang berbeda. Siapa tau next time bisa coba yang lain lagi. Kalau kamu udah coba, share dong pengalamannya! Pasti seru banget denger cerita dari sudut pandang yang berbeda.
Happy traveling, dan semoga liburanmu ke Borobudur penuh dengan pengalaman seru!
