Magelang itu tipe kota yang enak buat “napas” saat libur panjang. Ada candi, ada perbukitan, ada desa-desa yang jalannya pelan, cocok buat kamu yang liburan bareng keluarga atau sekadar pengin suasana lebih adem.
Saat Lebaran, banyak orang tetap milih tempat destinasi wisata saat lebaran di Magelang karena rutenya gampang: habis silaturahmi, lanjut jalan-jalan tanpa harus pindah kota jauh-jauh. Dan di sekitar Borobudur, salah satu nama yang sering muncul di obrolan itinerary adalah Bukit Rhema—yang juga dikenal sebagai “Chicken Church”, walau bentuk aslinya lebih dekat ke merpati.
Ada beberapa alasan yang sederhana tapi terasa banget saat libur Lebaran.
Pertama, lokasinya masih satu kawasan dengan Borobudur, jadi kamu tidak merasa “cabut jauh”. Bukit Rhema berada di sisi barat Borobudur dengan jarak sekitar 2,5 km.
Kedua, suasananya beda dari area candi yang cenderung terbuka dan ramai. Bukit Rhema berada di perbukitan Menoreh, jadi vibe-nya lebih hijau dan berangin.
Ketiga, ini bukan tempat yang cuma buat foto cepat lalu pulang. Di dalam bangunannya ada beberapa lantai dengan mural/painting bertema perjalanan hidup, nilai sosial, sampai kearifan lokal—jadi kamu bisa jalan pelan sambil “nangkap cerita” yang akan diceritakan oleh fasilitas pemandu di Bukit Rhema .
Baca Juga : Cafe di Borobudur yang cocok untuk ngumpul saat Lebaran
Yang membuat orang memilih datang ke wisata Magelang saat Lebaran

Kalau kamu perhatiin pola liburan Lebaran, banyak orang cari 3 hal: mudah dijangkau, bisa dinikmati rame-rame, dan tidak bikin capek di jalan.
Magelang (terutama area Borobudur–Menoreh) pas karena pilihan aktivitasnya berdekatan. Kamu bisa bikin satu hari yang simpel: pagi di Borobudur, siang istirahat makan, sore naik ke bukit buat lihat pemandangan.
Di situs Bukit Rhema sendiri juga menyinggung Magelang sering dipilih untuk aktivitas liburan keluarga saat musim libur atau weekend.
Bukit Rhema jadi destinasi lanjutan setelah berkunjung ke Candi Borobudur

Kalau pertanyaannya “apakah ini destinasi wajib setelah Borobudur?”, jawabannya lebih netral: banyak orang menjadikannya destinasi lanjutan karena dekat dan memberi pengalaman yang kontras.
Borobudur itu kuat di sisi sejarah dan skala bangunan. Bukit Rhema kuat di sisi sudut pandang (view), suasana bukit, dan pengalaman masuk ke bangunan unik yang isinya berlapis-lapis cerita.
Buat kamu yang bawa keluarga besar, ini juga cocok karena kamu bisa “pecah ritme”. Tidak harus full jalan terus—bisa duduk, ngobrol, lalu lanjut naik pelan ke area mahkota.
Waktu terbaik berkunjung ke Bukit Rhema setelah dari Candi Borobudur
Pilihan waktunya tergantung gaya liburan kamu (dan siapa yang kamu bawa).
Pagi hari kalau kamu ngejar suasana tenang + kemungkinan sunrise
Di artikel resmi pariwisata Indonesia, Bukit Rhema punya paket sunrise yang biasanya dimulai sangat pagi dan sudah termasuk pemandu, shuttle, dan sarapan.
Kalau kamu bukan tipe sunrise, tetap banyak orang datang pagi karena udara masih enak dan cahaya foto lebih lembut.
Sore menjelang pulang kalau kamu ingin transisi “lebih pelan”
Kalau kamu dari Borobudur sudah cukup siang, opsi amannya adalah datang sore. Biasanya badan juga sudah capek jalan, jadi Bukit Rhema bisa jadi tempat “tutup hari” yang lebih santai: lihat perbukitan, naik ke atas sebentar, lalu turun tanpa buru-buru.
Untuk jam operasional reguler, Traveloka mencantumkan Bukit Rhema buka sekitar 06.00–19.00 (info bisa berubah, jadi tetap cek terbaru sebelum berangkat).
Apakah ada pemandu yang menjelaskan sejarah Bukit Rhema?
Kalau kamu pengin dapat cerita sejarahnya, jangan kawatir.
Di Bukit Rhema ada pemandu/caretaker yang bisa menjelaskan Sejarah Bukit Rhema, dan paket sunrise disebut sudah termasuk guide.
Banyak juga ulasan yang menyinggung staf yang membantu foto sekaligus mengantar keluarga berkeliling area.
Kalau kamu datang reguler dan ingin penjelasan yang lebih runtut, Jangan Lupa untuk Datang dan beli tiket masuk Bukit Rhema sekaligus mendapatkan fasilitas pemandu yang akan berbagi sejarah dan mengajak berkeliling.
Berapa jarak tempuh dari Candi Borobudur ke Bukit Rhema?
jaraknya sekitar 2,5 km – 5 km dari Candi Borobudur. Biasanya karena perbedaan titik start (gerbang mana di Borobudur) dan rute jalan yang dipilih.
Jadi kalau kamu butuh patokan cepat: jaraknya dekat, tapi medannya perbukitan dan beberapa aksesnya menanjak. Kalau bawa orang tua/anak kecil, kamu bakal lebih nyaman kalau tidak memaksakan jalan kaki jauh.
Jika rombongan dari Borobudur ke Bukit Rhema pakai bus besar, apakah ada parkiran?
Ini pertanyaan penting saat Lebaran karena rombongan sering datang bareng.
Beberapa tulisan perjalanan menyebut area parkir berada di bawah bukit dan cukup luas, termasuk untuk bus.
Tapi tetap ada realita lapangan: akses menuju bukit itu menanjak dan tidak semua titik enak untuk manuver kendaraan besar. Strategi paling aman biasanya begini: bus parkir di titik parkir yang diarahkan pengelola, lalu rombongan lanjut dengan shuttle/jeep yang tersedia di area tersebut.
Kalau kamu pegang PIC rombongan, saran mimin: konfirmasi dulu titik parkir bus dan alur drop-off sebelum hari H. Informasi & Reservasi
085 725 779 520
Reservasi disini : Bukit Rhema
Baca Juga : Tempat makan rombongan saat Lebaran
Kotak info praktis yang biasanya dicari saat Lebaran
- Lokasi: Karangrejo Gombong, Kurahan, Kembanglimus, Kec. Borobudur, Magelang (area Borobudur)
- Jam reguler : sekitar 06.00–19.00
- Jarak dari Borobudur : sekitar 2,5 km
- Akses dari parkir ke area utama: ada opsi jalan kaki, ada juga opsi shuttle/jeep
Tips singkat biar kunjungan Lebaran kamu lebih nyaman
Datang lebih pagi kalau kamu tidak suka antre dan ingin suasana lebih lengang. Lebaran biasanya bikin ritme tempat wisata naik, jadi beda 1–2 jam itu terasa.
Kalau kamu bawa orang tua atau anak kecil, prioritaskan kenyamanan akses. Jangan ragu ambil opsi shuttle/jeep kalau kondisi fisik rombongan memang butuh.
Kalau kamu bawa rombongan bus, pegang satu orang PIC untuk koordinasi parkir, tiket, dan alur naik-turun. Itu yang biasanya menyelamatkan mood satu rombongan.
FAQ – 5 pertanyaan yang paling sering dicari
Kenapa Magelang ramai jadi pilihan?
Karena rutenya cenderung praktis untuk keluarga: banyak spot wisata berdekatan (Borobudur–perbukitan–desa sekitar), jadi kamu bisa jalan-jalan tanpa harus pindah kota jauh. Ini biasanya cocok buat liburan singkat setelah silaturahmi.
Apakah Bukit Rhema cocok dikunjungi setelah dari Candi Borobudur?
Cocok kalau kamu ingin suasana yang kontras dari area candi: lebih hijau, lebih tenang, dan bisa dinikmati pelan. Banyak orang menjadikannya pemberhentian lanjutan karena lokasinya masih satu kawasan.
Jam berapa waktu terbaik ke Bukit Rhema setelah dari Borobudur saat Lebaran?
Kalau kamu ingin lebih lengang, biasanya lebih enak datang lebih pagi. Kalau kamu datang dari Borobudur siang–sore, Bukit Rhema bisa jadi “penutup hari” yang santai karena suasananya cenderung adem di perbukitan. Saat musim libur, selisih 1–2 jam bisa terasa karena potensi antre.
Apakah ada pemandu yang bisa menjelaskan sejarah Bukit Rhema di lokasi?
Di beberapa kunjungan, pengunjung biasanya bisa mendapat penjelasan dari staf/pendamping yang merupakan fasilitas gratis. Kalau kamu datang rombongan atau ingin penjelasan yang lebih runtut, sebaiknya tanya opsi pemandu/guide dan alurnya sebelum hari H lewat kontak resmi Bukit Rhema 085 725 779 520
Kalau rombongan dari Borobudur pakai bus besar, apakah tersedia parkir di Bukit Rhema?
Umumnya bus akan diarahkan parkir di area yang disediakan dan rombongan mengikuti alur yang ditentukan pengelola (termasuk opsi lanjut dengan kendaraan penghubung bila diperlukan). Karena kondisi libur Lebaran bisa berubah-ubah, yang paling aman: konfirmasi titik parkir bus, drop-off, dan kapasitas di hari kunjungan sebelum berangkat.
Liburan Lebaran Wajib Berkunjung Ke Bukit Rhema!
Kalau kamu lagi menyusun rencana liburan Lebaran di Magelang, Bukit Rhema sering jadi pilihan karena dekat dari Borobudur dan suasananya beda—lebih hijau, lebih pelan, dan ada sisi cerita di dalam bangunannya. Kamu bisa menaruhnya sebagai pemberhentian singkat, atau jadi penutup itinerary yang lebih santai.
