Menu Sarapan Kuliner Jepang Yang Otentik Di Jakarta

0
60
Menu Sarapan Ikkudo Ichi
Menu Sarapan Ikkudo Ichi

Baru beberapa hari lalu saya dan keluarga pulang dari liburan ke Jepang. Dari tanggal 17 sampai 25 November, kami jalan-jalan ke Tokyo, Odawara, Kyoto, sampai akhirnya terbang pulang dari Osaka. Selama di sana, hampir tiap hari kami mencoba kuliner berbeda mulai dari menu sarapan, makan siang, ngemil dan makan malam: ramen hangat di malam yang dingin, bento di kereta, sushi segar di sudut kota kecil, sampai dessert matcha yang muncul di mana-mana. Begitu mendarat di Jakarta, tubuh saya memang sudah kembali ke Indonesia, tapi lidah masih ketinggalan di Jepang. Saya benar-benar belum bisa move on dari rasa makanannya.

Pagi di Jakarta, Rindu Rasa Jepang

Keesokan paginya di Jakarta, saya bangun dengan satu pikiran: “Sarapan apa ya yang bisa bikin berasa masih di Jepang?” Karena ada keperluan di daerah Tebet, saya langsung kepikiran Mall Kota Kasablanka. Di sana ada satu resto yang dari dulu sering lewat tapi jarang saya singgahi: Ikkudo Ichi. Nama dan logonya saja sudah mengingatkan pada ramen-ramen shop kecil di Tokyo.

Ternyata, setelah saya cek, cabang Ikkudo Ichi memang banyak tersebar di berbagai mall dan area di Jakarta. Jadi kalau lagi rindu menu sarapan ala Jepang, tinggal pilih cabang terdekat. Kali ini, pilihan jatuh ke cabang di Kota Kasablanka sebagai “perpanjangan liburan” kami. Sayapun semakin

Ambiance: Serasa Masuk Ramen Shop di Jepang

Begitu masuk, suasananya langsung terasa Jepang banget, mulai dari tampak depannya dan interiornya sangat identik Jepang. Dominasi interior kayu, lampu-lampu warm yang tidak terlalu terang, beberapa ornamen tulisan Jepang di dinding, dan aroma kuah ramen yang langsung menyambut dari area dapur terbuka.

Menu Sarapan Ikkudo Ichi
Ikkudo Ichi Mall Kota Kasablanka

Di beberapa meja terlihat orang-orang sibuk menyeruput ramen dengan sumpit, suara sendok dan mangkuk beradu halus, mirip sekali dengan suasana kedai ramen di Tokyo yang kami kunjungi kemarin-kemarin.

Pelayan menyambut dengan ramah dan sigap, memberikan buku menu dan menjelaskan beberapa pilihan. Bagi saya, detail kecil seperti sapaan, cara menghidangkan teh, sampai ketepatan waktu penyajian makanan itu yang membuat ambience Jepang-nya terasa lebih kuat.

Kami memilih duduk di meja yang menghadap ke dalam resto. Dari situ saya bisa melihat aktivitas dapur dan bar ramen. Uap panas dari kuah, bunyi wajan menumis topping, semua jadi hiburan tersendiri sambil menunggu pesanan datang.

Menu Makan Di Ikkudo Ichi

Karena masih dalam mode “rindu Jepang”, saya dan istri memutuskan untuk memesan beberapa menu favorit yang sering kami temui selama liburan. Jujur selama di Jepang saya hampir setiap hari makan menu sarapan seperti ini, jadi kembali mencicipi menu seperti ini bikin saya happy banget.

Tori Katsu

Ini jadi pesanan utama saya. Sepiring nasi hangat dengan potongan ayam fillet yang digoreng dengan tepung panir hingga keemasan. Teksturnya crunchy di luar, tapi dagingnya masih lembut dan juicy.

Menu Sarapan Ikkudo Ichi
Menu Sarapan Ikkudo Ichi

Di piring, tori katsu disajikan dengan kuah saus yang gurih-manis, sedikit taburan wijen, dan sayuran pendamping. Gigitan pertama langsung mengingatkan saya pada katsu-katsu set yang sempat kami makan di Kyoto – sederhana, tapi nagih. Saya trenyuh di dada, rasanya enak ga harus nunggu lama, sayapun bilang ke Istri kalau makanan disini tu enak loh ternyata. Disambut senyum akhirnya dia cobain menu pilihan saya. Hmm iya enak! kata istri saya.

Artikel Rekomendasi  FoodParadise.network | Travel & Food Coverage Across the Asia Pacific A Media Platform for Fine Dining, Hotels, Lifestyle Experiences, and Global APAC Travel Culture

Tori Aka Ramen

Istri saya memilih menu ramen yang dia lihat di social media ketika cari menu apasih yang paling dicari di Ikkudo Ichi, kamu bisa check videonya disini. Beneran liatin videonya aja udah bakal bikin kamu kepengen Sarapan disini.

Saat uap panas naik dari mangkuk, aromanya benar-benar mengingatkan kami pada ramen shop kecil di sudut jalan Kyoto yang kami temukan secara tidak sengaja waktu itu. Bedanya, kali ini kami menyantapnya di tengah mall Jakarta.

Sushi

Tidak lengkap rasanya kalau ke resto Jepang tanpa pesan sushi. Kami memesan sushi roll yang isinya kombinasi timun, avocado, dan crab stick.

Sushi
Sushi

Nasi sushi-nya pulen, tidak terlalu padat, dan nori-nya masih terasa fresh, bukan yang lembek. Disajikan dengan shoyu, wasabi, dan acar jahe di sampingnya. Satu potong demi satu potong, rasanya seperti membawa kembali memori makan sushi di Tokyo Station sambil menunggu kereta.

Matcha Ice Cream sebagai Penutup

Setelah main course, kami memilih dessert yang paling sederhana tapi khas Jepang: matcha ice cream. Warna hijau lembut, disajikan dalam mangkuk kaca cantik.

Ice Cream Matcha
Ice Cream Matcha

Rasanya tidak terlalu manis, ada pahit ringan khas matcha yang membuatnya terasa “dewasa” dan segar. Ini tipe dessert yang bikin mulut seketika “reset” setelah makan makanan gurih.

Green Tea Hangat

Untuk minuman, saya memilih green tea hangat. Sederhana, tapi justru ini salah satu hal yang paling saya rindukan dari Jepang: hampir di setiap makan, ada teh hijau hangat yang menemani.

Green Tea
Green Tea

Di Ikkudo Ichi, green tea disajikan hangat, ringan, dan pas sekali untuk mengimbangi katsu dan ramen yang cukup berat. Sambil menyeruput teh, saya merasa seperti sedang duduk di salah satu resto di Osaka, bukan di Jakarta.

Ikkudo Ichi: Obat Rindu Menu Sarapan Kuliner Jepang

Selesai makan, saya dan istri saling pandang dan hampir tertawa sendiri. Rasanya seperti baru saja “curi start” liburan lagi, padahal sudah kembali ke rutinitas di Jakarta.

Yang membuat pengalaman ini menyenangkan, selain rasanya yang cukup otentik, adalah fakta bahwa cabang Ikkudo Ichi ternyata banyak. Artinya ketika rindu ramen, katsu, atau sekadar ingin duduk di suasana resto Jepang tanpa perlu beli tiket pesawat, selalu ada satu cabang yang bisa didatangi.

Bagi saya, sarapan bertemakan kuliner Jepang di Ikkudo Ichi Kota Kasablanka ini jadi semacam jembatan halus antara kenangan liburan dan kehidupan sehari-hari. Tubuh boleh sudah kembali bekerja, tapi lewat satu mangkuk ramen, sepiring tori katsu, beberapa potong sushi, dan satu scoop matcha ice cream, hati masih bisa “liburan” sebentar.

Dan sepertinya, selama rindu itu masih ada, saya tidak akan keberatan untuk sering-sering mampir lagi.