Home Blog Page 15

5 Lokasi Syuting Film di Magelang yang Wajib Dikunjungi

Magelang, kota yang kaya akan sejarah dan budaya, ternyata juga sering menjadi pilihan para sineas sebagai lokasi syuting. Keindahan alam, bangunan bersejarah, dan suasana khas kota ini berhasil memikat para kru film untuk menghadirkan cerita-cerita menarik di layar lebar. Berikut beberapa lokasi di Magelang yang pernah menjadi latar belakang film-film populer:

 

1. Punthuk Setumbu

Lokasi syuting yang pertama adalah Puthuk Setumbu. Siapa yang tak kenal dengan keindahan matahari terbit di atas Candi Borobudur yang terlihat dari Punthuk Setumbu? Pemandangan spektakuler ini berhasil memikat hati para pembuat film Ada Apa dengan Cinta 2. Tak heran jika Punthuk Setumbu menjadi salah satu ikonik dalam film tersebut. Dalam film “Ada Apa dengan Cinta 2”, Punthuk Setumbu menjadi saksi bisu pertemuan kembali Rangga dan Cinta setelah sekian lama berpisah. Pemandangan matahari terbit yang indah menjadi latar belakang yang sempurna untuk momen emosional tersebut. Adegan ini berhasil menyentuh hati penonton dan membuat Punthuk Setumbu semakin populer sebagai destinasi wisata.

 

2. Pasar Kayu Muntilan

Lokasi syuting yang selanjutnya adalah Pasar Kayu Muntilan. Pasar tradisional yang sarat akan sejarah ini menjadi latar belakang film Gadis Kretek. Suasana pasar yang ramai dan penuh warna memberikan nuansa khas Jawa yang kental dalam film tersebut. Dalam film “Gadis Kretek”, Pasar Kayu Muntilan menjadi salah satu lokasi syuting utama. Pasar ini menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa lalu, terutama mereka yang terlibat dalam industri kretek. Suasana ramai dan semarak pasar menjadi latar belakang yang sempurna untuk menggambarkan interaksi sosial dan dinamika kehidupan karakter-karakter dalam film.

 

3. Candi Borobudur

Sebagai salah satu keajaiban dunia, Candi Borobudur tak hanya menjadi destinasi wisata populer, tetapi juga sering dijadikan lokasi syuting. Salah satu film yang pernah mengambil gambar di sini adalah Java Heat. Kemegahan candi ini memberikan latar belakang yang epik untuk cerita-cerita dalam film. Dalam film “Java Heat”, Candi Borobudur digunakan sebagai latar belakang untuk menggambarkan suasana mistis dan misterius. Kemegahan candi ini memberikan kontras yang menarik dengan cerita aksi yang penuh ketegangan dalam film tersebut. Beberapa adegan penting dalam film ini diambil di sekitar candi, seperti adegan pengejaran dan pertempuran.

 

4. Bukit Rhema

Selain Punthuk Setumbu, Bukit Rhema juga menjadi bagian dari cerita cinta Rangga dan Cinta dalam film Ada Apa dengan Cinta 2. Keunikan bangunan Gereja Ayam di atas bukit ini memberikan kesan yang mendalam bagi penonton. Dalam film ini, Bukit Rhema menjadi tempat di mana Rangga dan Cinta menghabiskan waktu bersama. Mereka berbicara tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan. Suasana yang tenang dan damai di Bukit Rhema memberikan kesempatan bagi keduanya untuk saling memahami dan membuka hati

 

5. Kaliangkrik

Kaliangkrik sebuah kecamatan di lereng Gunung Sumbing ini menjadi tempat syuting dari film horror yang dibintangi oleh Ari Irham yang berjudul Jagat Arwah.Dalam film “Jagat Arwah”, Kaliangkrik digambarkan sebagai sebuah desa yang menyimpan banyak misteri. Pemandangan alam yang indah di satu sisi, dan keberadaan makhluk halus di sisi lain, menciptakan kontras yang menarik. Suasana mistis yang kental di Kaliangkrik berhasil membuat penonton ikut merasakan ketegangan dan ketakutan yang dialami oleh para karakter dalam film.

Magelang memang memiliki pesona yang luar biasa, sehingga tidak heran jika banyak film yang memilih kota ini sebagai lokasi syuting. Bagi Anda yang ingin mengunjungi lokasi-lokasi syuting tersebut, jangan lupa untuk mempersiapkan kamera untuk mengabadikan momen-momen indah Anda.

 

Tips: Selain mengunjungi lokasi-lokasi di atas, Anda juga bisa menjelajahi kota Magelang lebih dalam. Kunjungi beberapa tempat wisata lainnya seperti Candi Mendut, Candi Pawon, atau Grojogan Sewu.

Bukit Rhema: Tempat Liburan Seru dengan Keluarga!

Gereja Ayam
Halaman depan Bukit Rhema

Bukit Rhema, yang juga dikenal sebagai Gereja Ayam, adalah salah satu destinasi wisata populer di Magelang yang menawarkan pengalaman seru dan edukatif, terutama untuk keluarga yang membawa anak-anak. Dengan lokasinya yang berdekatan dengan Candi Borobudur, tempat wisata ini telah menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Bukan hanya bentuk bangunan uniknya yang menyerupai ayam atau merpati, namun juga aktivitas menarik serta pemandangan alam yang indah membuat Bukit ini menjadi pilihan liburan yang ramah anak. Mari kita bahas mengapa Bukit Rhema sangat cocok untuk liburan keluarga.

Baca Juga : Pengalaman Kencan Romantis Tak Terlupakan di Bukit Rhema

Pemandangan yang Menakjubkan dan Edukasi Lingkungan

 

Bukit Rhema menawarkan pemandangan 360 derajat dari puncak gedung yang membuat anak-anak terkesima. Dari sana, terlihat keindahan perbukitan, hamparan persawahan, serta Candi Borobudur di kejauhan. Pengalaman ini memberikan anak-anak pelajaran tentang keindahan alam dan budaya, khususnya keajaiban arsitektur lokal.

Selain itu, di dalam gedung, terdapat galeri yang memajang foto-foto sejarah pembangunan Gereja Ayam. Anak-anak dapat belajar mengenai sejarah Bukit ini, proses pembangunannya, serta nilai-nilai religius dan kebudayaan yang terkandung di dalamnya. Hal ini membuat mereka lebih memahami arti penting menjaga kebudayaan dan lingkungan sekitar.

Spot Foto dan Tempat Bermain yang Menarik untuk Anak-anak

Playground

Salah satu daya tarik Bukit ini yang tidak bisa dilewatkan adalah spot fotonya yang sangat Instagramable. Bagi keluarga yang suka mengabadikan momen, Bukit ini adalah tempat yang ideal. Anak-anak bisa berfoto di sekitar bangunan yang unik atau di area yang dipenuhi tanaman hijau. Selain itu, terdapat juga playground yag dapat dipakai bermain oleh anak-anak.

Kedai Bukit Rhema: Kuliner Ramah Keluarga

Setelah puas berkeliling, Anda bisa mengajak anak-anak menikmati hidangan di Kedai Bukit Rhema yang menyediakan berbagai makanan ringan hingga hidangan berat khas lokal. Di kedai ini, anak-anak bisa mencicipi makanan khas seperti nasi goreng, mie goreng, dan camilan tradisional yang pasti disukai mereka. Sambil menikmati makanan, keluarga dapat menikmati pemandangan hijau yang menenangkan di sekitar kedai.

Area Lantai 2

Kedai Bukit Rhema juga menyediakan pilihan makanan sehat bagi anak-anak, seperti buah-buahan segar dan minuman jus. Suasana yang nyaman dan pelayanan yang ramah di kedai ini memastikan setiap anggota keluarga merasa betah. Anda pun dapat beristirahat sejenak sembari anak-anak menikmati hidangan mereka.

Pengalaman Spritual yang Memberikan Kedamaian

Meski Bukit ini bukan tempat ibadah formal, tempat ini menawarkan pengalaman spiritual yang damai. Anak-anak dapat diajarkan untuk menghormati berbagai budaya dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Di beberapa bagian gedung, terdapat ruangan-ruangan kecil yang didesain untuk meditasi atau refleksi pribadi, yang dapat dikenalkan pada anak sebagai waktu untuk berdiam diri sejenak.

Bukit Rhema bukan hanya destinasi wisata biasa, tetapi juga tempat yang menawarkan pengalaman belajar dan berpetualang yang menyenangkan untuk anak-anak. Dari keunikan bangunan hingga aktivitas edukatif, Bukit ini adalah pilihan tepat bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama sambil mengenalkan anak pada alam dan budaya. Jadi, jika Anda mencari tempat wisata yang ramah anak di Magelang, Bukit Rhema bisa menjadi pilihan utama.

Tempat Sarapan Khas Magelang Setelah dari Punthuk Setumbu

Punthuk Setumbu adalah sebuah bukit yang terletak di kawasan Borobudur, Magelang. Cahaya mentari perlahan membelai langit Magelang yang megah, menciptakan panorama yang begitu memukau. Setelah memulai hari dengan menyaksikan sunrise di Punthuk Setumbu saat pagi buta, anda tidak boleh melewatkan momen sarapan bersama orang tersayang. Setelah puas mengabadikan momen indah tersebut, saatnya memanjakan diri dengan hidangan lezat di Kedai Bukit Rhema.

tempat sarapan makan khas magelang
Pagi yang Menyejukkan di Punthuk Setumbu

Letak Kedai Bukit Rhema yang sangat dekat dengan Punthuk Setumbu membuat anda tidak perlu jauh-jauh mencari tempat sarapan setelah puas menikmati pemandangan. Dengan suasana yang tenang dan nyaman, anda dapat menikmati sarapan sambil memandang hamparan hijau Magelang yang menyegarkan. Kombinasi antara keindahan alam dan kelezatan kuliner ini akan memberikan anda energi yang cukup untuk melanjutkan petualangan di Magelang.

Kedai Bukit Rhema: Surga Kuliner Setelah Berburu Sunrise

tempat sarapan makan khas magelang
Kedai Bukit Rhema

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Prewedding Unik dan Indah di Magelang

Sebagai tempat yang paling dekat dengan Punthuk Setumbu, Kedai Bukit Rhema menjadi pilihan utama bagi para wisatawan yang ingin mengisi perut setelah puas menikmati sunrise atau pemandangan perbukitan. Dengan suasana yang nyaman dan pemandangan yang asri, Kedai Bukit Rhema menawarkan pengalaman bersantap yang luar biasa.

Rekomendasi Menu Sarapan Khas Magelang di Kedai Bukit Rhema

  • Nasi Goreng Magelangan

makan khas magelang
Nasi Goreng Magelangan – Kedai Bukit Rhema

Nasi goreng magelangan dimasak dengan bumbu yang kaya rasa khas magelang dan dilengkapi dengan telur, sayuran segar, dan kerupuk. Dijamin bikin ketagihan!

  • Bakmi Djowo

sarapan makan khas magelang
Bakmi Djowo Goreng – Kedai Bukit Rhema

Bakmi Djowo Goreng dan Bakmi Djowo Rebus Kedai Bukit Rhema memiliki cita rasa yang khas dan autentik. Dengan bumbu yang kaya rempah dan tekstur mie yang kenyal, hidangan ini akan membawa anda pada sarapan yang tak terlupakan.

Spot Foto Instagramable di Kedai Bukit Rhema

Area Balkon Kedai Bukit Rhema Dengan View Perbukitan Menoreh

Kedai Bukit Rhema tidak hanya memanjakan lidah dengan kelezatan hidangannya, tetapi juga memanjakan mata dengan beragam spot foto instagramable. Abadikan momen tak terlupakan dengan latar belakang pemandangan perbukitan Menoreh yang hijau membentang luas, atau berpose di sudut-sudut unik bangunan yang penuh karakter. Setiap sudut di kedai ini seolah menjadi kanvas bagi kreativitas anda dalam menciptakan foto-foto yang menarik dan estetik. Jadikan momen bersantap anda lebih berkesan dengan berburu spot foto terbaik di Kedai Bukit Rhema.

Tips Menikmati Sarapan di Kedai Bukit Rhema

  • Datang Lebih Pagi, Bawa Kamera, Abadikan Sunrise: Bangun lebih pagi, nikmati keindahan matahari terbit di Punthuk Setumbu, lalu langsung meluncur ke Kedai Bukit Rhema. Dengan begitu, kamu bisa menikmati sarapan sambil memandang panorama alam yang masih segar. Jangan lupa bawa kamera untuk mengabadikan momen tak terlupakan ini!
  • Jelajah Cita Rasa Lokal yang Autentik: Rasakan sensasi kuliner yang sesungguhnya dengan mencoba menu-menu khas kami. Setiap gigitan akan membawa anda pada rasa yang tak terlupakan.
  • Ajak Geng atau Keluarga, Buat Momen Jadi Lebih Seru: Liburan semakin seru kalau bersama orang-orang terkasih. Ajak keluarga atau teman terdekat untuk menikmati sarapan bersama di Kedai Bukit Rhema. Selain mempererat hubungan, kamu juga bisa berbagi cerita seru tentang pengalaman liburanmu.
  • Cari Spot Foto Instagramable: Setiap sudut di Kedai Bukit Rhema begitu fotogenik. Abadikan momen indahmu dengan berfoto di spot-spot menarik yang telah kami sediakan. Jangan lupa tag kami di media sosial ya!
  • Nikmati Suasana Alam yang Sejuk: Rasakan sensasi bersantap di tengah alam yang asri dan sejuk. Ditemani kicauan burung dan semilir angin, sarapanmu akan terasa lebih nikmat.

Informasi Buka dan Reservasi

Kedai Bukit Rhema buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 19.00 WIB. Untuk reservasi, anda bisa kunjungi media sosial Kedai Bukit Rhema

Kesimpulan

Mulai hari anda dengan pengalaman yang tak terlupakan. Setelah menyaksikan keindahan matahari terbit di Punthuk Setumbu, lanjutkan petualangan kuliner anda dengan sarapan di Kedai Bukit Rhema. Dengan menu yang menggugah selera dan suasana yang nyaman, kami menjamin anda akan merasa segar dan berenergi untuk melanjutkan perjalanan. Nikmati hidangan favorit anda sambil ditemani pemandangan alam yang indah. Kedai Bukit Rhema, lebih dari sekadar tempat makan, adalah destinasi yang akan membuat hari anda semakin berkesan.

Pesona Bukit Rhema dengan Fasilitas dan Aktivitas Menarik

Bukit Rhema, yang terletak di Borobudur, Magelang, dengan pemandangan perbukitan Menoreh yang memukau, adalah destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang ingin merasakan keindahan alam sekaligus menikmati berbagai fasilitas menarik. Dengan konsep wisata yang ramah keluarga, Bukit Rhema menawarkan berbagai aktivitas seru dan fasilitas untuk memanjakan pengunjung. Dalam artikel ini, kita akan membahas fasilitas-fasilitas menarik yang ada di Bukit Rhema. Mari kita jelajahi berbagai fasilitas dan aktivitas seru yang bisa anda nikmati di Bukit Rhema!

tempat wisata terdekat candi borobudur
Fasilitas Kamera 360 di Depan Bangunan Merpati Bukit Rhema

Ingin memiliki foto panorama diri anda dengan latar belakang Gereja Ayam yang ikonik? Salah satu fasilitas unggulan yang ditawarkan Bukit Rhema adalah kamera 360 derajat. Fasilitas ini memungkinkan pengunjung untuk menangkap momen-momen indah dengan cara yang unik. Dengan latar belakang Gereja Ayam yang menakjubkan dan langit biru yang cerah, anda dapat mengambil foto yang akan menjadi kenangan tak terlupakan.

  • Tur Gedung dengan Pemandu Berpengalaman

tempat wisata terdekat borobudur
Gedung Lantai 1 Bukit Rhema

Baca Juga: Gereja Ayam, Tempat Wisata Bersejarah yang Populer di Magelang

Menjelajahi Bukit Rhema menjadi lebih seru dengan mengikuti tur yang dipandu oleh pemandu berpengalaman. Mereka tidak hanya akan membawa anda mengelilingi setiap sudut menarik, tetapi juga memberikan informasi yang mendalam tentang sejarah Bukit Rhema. Dengan dipandu oleh pemandu, pengalaman anda di Bukit Rhema akan semakin berkesan.

  • Singkong Goreng Khas Bukit Rhema yang Lezat

tempat wisata terdekat tempat wisata magelang
Snack Latella Kedai Bukit Rhema

Snack Latella bisa anda dapatkan secara gratis pada setiap pembelian tiket masuk Bukit Rhema. Setelah berkeliling mencicipi snack tradisional, yaitu singkong yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Mulai dari singkong goreng yang renyah dan lezat menambah kenikmatan suasana alam yang membuat pengalaman berwisata anda semakin lengkap. 

  • Foto di Mahkota Gereja Ayam

tempat wisata magelang
Pemandangan Menakjubkan Dari Atas Mahkota Merpati Bukit Rhema

Siapa yang pernah menonton film AADC 2? Salah satu spot paling Instagramable dan populer bagi pengunjung di Bukit Rhema adalah bagian mahkota raksasa yang terletak di puncak gedung. Spot foto di mahkota ini juga yang menjadikan Bukit Rhema menjadi populer karena pasalnya pernah dijadikan sebagai tempat syuting salah satu scene di Film AADC 2 (Ada Apa Dengan Cinta 2). Dengan latar belakang panorama alam yang memukau, anda bisa mengambil foto yang dramatis dan menakjubkan. Pastikan untuk tidak melewatkan kesempatan ini, karena foto di mahkota Bukit Rhema akan menjadi salah satu koleksi terbaik di galeri anda!

  • Playground: Tempat Seru Untuk Anak-Anak

tempat wisata terbaru magelang
Area Playground Bukit Rhema

Bukit Rhema juga sangat ramah keluarga dengan adanya playground yang dirancang khusus untuk anak-anak. Area bermain yang aman dan menyenangkan ini dilengkapi dengan berbagai permainan yang akan membuat anak-anak anda betah bermain sepanjang hari. Jadi, bagi anda yang membawa serta buah hati, mereka pun akan merasa senang dan betah berlama-lama di sini.

  • Toko Oleh-Oleh: Daun Bukit

 

tempat wisata magelang
Daun Bukit: Toko Oleh-Oleh Bukit Rhema

Sebelum pulang, jangan lupa untuk mengunjungi Toko Oleh-Oleh Daun Bukit. Toko ini menyediakan berbagai produk lokal yang menarik, mulai dari t-shirt original Bukit Rhema, batik, tas, kerajinan tangan, makanan khas, hingga souvenir unik yang bisa anda bawa pulang. Berbelanja di sini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan anda kesempatan untuk mendukung perekonomian lokal (UMKM). Anda akan menemukan berbagai pilihan yang tidak hanya menarik, tetapi juga bisa menjadi kenang-kenangan berharga dari Bukit Rhema.

Akses Menuju Bukit Rhema

Bukit Rhema terletak di Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Akses menuju lokasi cukup mudah, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Rute dari Candi Borobudur

  • Waktu Tempuh: Sekitar 5 menit.
  • Panduan Rute:
    1. Dari pintu keluar Candi Borobudur, ambil arah menuju Desa Kembanglimus.
    2. Ikuti jalan utama menuju Dusun Gombong. Akan ada gapura bertuliskan Bukit Rhema yang terlihat dari jalan utama.
    3. Setelah memasuki Desa Kembanglimus, anda akan menemukan area parkir khusus untuk pengunjung Bukit Rhema.
    4. Dari loket, anda bisa lanjut menggunakan shuttle untuk naik ke Bukit Rhema

Rute dari Kota Yogyakarta

  • Waktu Tempuh: Sekitar 1 jam.
  • Panduan Rute:
    1. Mulai perjalanan dari Yogyakarta menuju arah Magelang melalui Jalan Magelang-Yogyakarta.
    2. Saat sampai di Muntilan, belok ke kiri mengikuti jalur yang mengarah ke Borobudur.
    3. Di Borobudur, ikuti arah ke Desa Kembanglimus dan Dusun Gombong, di mana terdapat gapura yang bertuliskan menuju Bukit Rhema.
    4. Setibanya di Desa Kembanglimus, parkir kendaraan di area parkir yang telah disediakan.
    5. Anda bisa menggunakan shuttle untuk sampai ke Bukit Rhema dari area parkir atau memilih jalan kaki singkat menuju Bukit Rhema.

Kesimpulan

Bukit Rhema adalah tempat yang ideal untuk liburan bersama keluarga dan teman karena banyaknya fasilitas dan aktivitas menarik yang ditawarkan. Setiap saat di Bukit Rhema akan meninggalkan kenangan yang tak terlupakan. Dari pengalaman mengambil foto 360 derajat, menikmati kuliner singkong goreng, hingga berkeliling gedung dengan tour guide yang berpengalaman, setiap momen di Bukit Rhema akan memberikan kenangan yang tak terlupakan. Selain itu juga masih ada fasilitas playground yang seru untuk anak-anak. Dan jangan lupa untuk mengunjungi toko oleh-oleh sebagai penutup perjalanan anda. Jadi, siapkan rencana liburan anda ke Bukit Rhema sekarang juga! Nikmati keindahan alam yang menakjubkan dan rasakan semua pengalaman seru yang ditawarkan.

Gereja Ayam, Tempat Wisata Bersejarah yang Populer di Magelang

Halaman Gereja Ayam

Gereja Ayam di Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kini menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai pengunjung. Popularitasnya meningkat setelah menjadi lokasi syuting film Ada Apa Dengan Cinta? 2. Gereja unik ini memiliki desain arsitektur yang hampir menyerupai ayam, sebuah konsep yang muncul dari mimpi sang pendirinya, Daniel Alamsjah. Pembangunan Gereja Ayam dimulai pada tahun 1992, tetapi gagasan mendirikannya sudah muncul lebih awal, yakni pada tahun 1988.

Baca Juga : Pesona Bukit Rhema dengan Fasilitas dan Aktivitas Menarik

Pada tahun tersebut, Daniel mengalami mimpi berulang di mana ia diminta untuk membangun sebuah tempat ibadah di perbukitan yang belum pernah ia datangi. Dalam mimpi yang terus menghampirinya, ia melihat lokasi yang asing. Ketika mengunjungi area Borobudur di tahun yang sama, ia bertemu seorang pemuda lokal yang sedang mencari kayu bakar. Ia kemudian mengikutinya, dan tanpa diduga pemuda itu membawanya ke bukit di Dusun Gempong yang persis seperti yang ia lihat dalam mimpinya. Daniel kemudian berdoa semalaman di bukit tersebut, mencari petunjuk, dan akhirnya yakin untuk mendirikan rumah doa di sana.

Tempat di perbukitan itu ia namai Bukit Rhema, sebuah nama yang bermakna “firman yang hidup” bagi umat Kristiani. Ia pun memutuskan untuk membangun tempat ibadah tersebut dengan desain mirip burung merpati, simbol perdamaian dan roh kudus.

Proses pembangunan dimulai pada tahun 1992, namun terhenti pada 1996 karena dampak krisis moneter. Selama periode ini, Gereja Ayam sempat difungsikan sebagai tempat rehabilitasi bagi anak-anak penyandang disabilitas, korban ketergantungan narkoba, ODGJ, serta remaja yang menghadapi masalah. Pada tahun 2000, gereja tersebut harus ditutup karena adanya penolakan dari warga sekitar. Namun pada tahun 2014, Gereja Ayam kembali dibuka sebagai objek wisata.

Bangunan Gereja Ayam ini terdiri dari beberapa lantai, dan lantai keempat menjadi daya tarik tersendiri karena menawarkan panorama indah yang mencakup Puncak Suroloyo, Gunung Sindoro, hingga Candi Borobudur.

Keindahan yang lainnya di Kedai Bukit Rhema

Kedai Bukit Rhema

Selain bangunan gedung utama, tempat ini juga menyediakan kedai dengan pemandangan yang spektakuler. Kedai ini memiliki konsep semi-outdoor yang memungkinkan pengunjung untuk merasakan kesejukan udara pegunungan sambil menikmati secangkir kopi hangat. Desain interiornya memadukan elemen-elemen kayu yang natural dengan dekorasi artistik yang menghadirkan kesan hangat dan nyaman. Dengan pilihan tempat duduk yang bervariasi, baik itu di dalam ruangan maupun di luar dengan pemandangan terbuka, Kedai Bukit Rhema cocok untuk berbagai keperluan mulai dari bersantai bersama teman, bekerja dengan laptop, atau bahkan menikmati waktu sendiri sambil membaca buku.

Selain menawarkan suasana yang menenangkan, Kedai Bukit Rhema juga memiliki beragam pilihan menu yang siap memanjakan lidah. Menu utama yang paling digemari tentunya adalah kopi. Bagi pecinta kopi, kamu bisa mencoba kopi lokal yang diracik dengan metode manual brew yang mempertahankan cita rasa asli kopi. Beberapa jenis kopi yang sering menjadi pilihan adalah kopi tubruk dan espresso yang kuat.

Selain kopi, kedai ini juga menyajikan berbagai minuman lainnya seperti teh, jus, dan minuman segar yang cocok untuk cuaca panas. Tidak hanya minuman, Kedai Bukit Rhema juga memiliki aneka makanan ringan dan camilan yang bisa menemani waktu nongkrongmu. Salah satu menu andalan adalah pisang goreng dan singkong goreng, yang sangat cocok dinikmati dengan secangkir kopi atau teh hangat. Bagi yang ingin makan berat, ada juga beberapa pilihan makanan tradisional seperti nasi goreng dan mie goreng yang bisa mengisi perutmu sebelum atau sesudah berkeliling candi.

Gereja Ayam, Bangunan dengan Arsitektur yang unik di Magelang

Bukit Rhema
Bukit Rhema “Gereja Ayam”

Di Magelang, terdapat bangunan unik bernama Rumah Doa Bukit Rhema, yang populer dengan sebutan Gereja Ayam karena bentuknya yang ikonik. Namun, sebutan ini sebenarnya keliru, karena bentuk asli bangunan ini lebih menyerupai burung merpati yang memiliki makna simbolis di balik desainnya.

Baca Juga : Cafe Tempat Nongkrong di Magelang Dengan Berbagai Permainan

Awal Berdirinya Bukit Rhema

Berdasarkan informasi dari situs resminya, Rumah Doa Bukit Rhema dibangun oleh Daniel Alamsjah pada tahun 1992. Inspirasi pembangunan rumah doa ini muncul pada tahun 1988. Pada saat itu Daniel merasa mendapat panggilan untuk membangun tempat ibadah bagi semua umat beragama di lokasi yang sekarang menjadi Bukit Rhema.

Putra Daniel, William Wenas, menjelaskan bahwa ayahnya mengalami mimpi berulang kali pada tahun 1988. Di dalam mimpinya ia merasa dipanggil untuk mendirikan rumah doa di sebuah bukit yang lokasinya belum ia ketahui. Perjalanan hidup akhirnya membawa Daniel ke kawasan Borobudur, di mana ia bertemu dengan seorang pemuda setempat yang mengajaknya menuju bukit di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Saat tiba di bukit tersebut, Daniel mengenali lokasi itu sebagai tempat yang muncul dalam mimpinya. Setelah berdoa di sana, ia merasa mendapat petunjuk untuk membangun rumah doa, yang kemudian ia beri nama Bukit Rhema, yang berarti “firman yang hidup.”

Ciri Khas Arsitektur Bukit Rhema

Arsitektur Bukit Rhema unik dan sering disalahartikan sebagai berbentuk ayam karena bagian atapnya yang menyerupai jengger. Sebenarnya bangunan ini dirancang menyerupai burung merpati, dengan bagian di atasnya yang bukan jengger melainkan mahkota. Mahkota tersebut merupakan simbol perdamaian dan roh kudus.

Bangunan ini terdiri dari 7 lantai, yang masing-masing menyimpan makna filosofis terkait perjalanan spiritual manusia, doa, keagungan Tuhan, mukjizat, serta keberagaman budaya Indonesia. Lantai basement memiliki 26 ruangan kecil yang bisa digunakan sebagai tempat doa pribadi.

Di lantai mahkota, pengunjung dapat melihat lukisan pakaian adat dari berbagai daerah dan mural yang berisi pesan antinarkoba. Selain sebagai tempat ibadah, Bukit Rhema juga berfungsi sebagai panti rehabilitasi.

Pada bagian ekor bangunan terdapat kafe yang menyajikan kopi dan singkong goreng, tempat pengunjung bisa bersantai menikmati suasana.

Bukit Rhema tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga banyak dikunjungi turis dari Eropa yang kagum dengan desainnya yang ikonik. Menariknya, konstruksi bangunan ini tidak memiliki pilar di tengahnya, memberikan kesan luas dan terbuka.

Walau kerap disebut gereja, Bukit Rhema pada dasarnya adalah rumah doa untuk semua umat. William Wenas menegaskan, “Banyak yang menyebut ini gereja karena pemiliknya seorang kristiani, namun sebenarnya ini rumah doa yang terbuka untuk semua agama.”

Wisata Religi dan Keindahan dari Bukit Rhema

Bukit Rhema

Bukit Rhema, atau yang lebih dikenal dengan Gereja Ayam, bukan sekadar tempat wisata biasa. Terletak hanya beberapa menit dari Candi Borobudur, Bukit ini menawarkan perpaduan unik antara keindahan alam dan pengalaman spiritual yang mendalam. Bagi siapa saja yang berkunjung ke Magelang, tempat ini wajib ada dalam daftar perjalanan.

Baca Juga : 4 Wisata Sunrise Terbaik di Magelang dengan Harga Tiketnya

Pemandangan yang Menakjubkan dari Puncak Bukit Rhema

Pemandangan dari puncak Bukit Rhema

Setibanya di Gereja Ayam, hal pertama yang menarik perhatian tentu saja bangunan uniknya yang berbentuk burung, sering disebut ayam oleh masyarakat sekitar. Namun, yang membuat pengalaman ini begitu spesial adalah pemandangan dari puncak. Pengunjung dapat naik ke mahkota bangunan, yang memberikan sudut pandang 360 derajat ke arah perbukitan Menoreh dan hamparan sawah hijau yang tak berujung. 

Melihat keindahan alam dari tempat ini memberikan pengalaman spiritual tersendiri, di mana Anda seakan diajak untuk merenung dan meresapi betapa kecilnya diri kita dibandingkan keagungan alam semesta.

Refleksi Spiritual dan Kedamaian Batin

Bukit Rhema tidak hanya dikenal karena arsitekturnya yang ikonik, tetapi juga sebagai tempat refleksi spiritual. Meskipun Gereja Ayam awalnya dibangun oleh Daniel Alamsjah sebagai tempat ibadah, bangunan ini kini terbuka untuk semua agama dan keyakinan. Di dalam bangunan, terdapat beberapa ruang yang didedikasikan untuk meditasi dan refleksi diri.

Para pengunjung memanfaatkan momen ini untuk duduk sejenak di salah satu ruangan meditasinya, merasakan kedamaian yang jarang ditemukan di kehidupan sehari-hari. Dengan dinding-dinding batu yang tebal dan suasana yang hening, para pengunjung dapat merasakan suasana kontemplasi yang dalam. Tidak ada gangguan suara, hanya keheningan yang mengajak pikiran untuk fokus pada diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Tak hanya ruang meditasinya, Bukit Rhema juga memiliki beberapa panel dinding yang menceritakan kisah inspiratif tentang harapan dan cinta kasih. Panel-panel ini memberikan pengunjung perspektif baru tentang hidup dan makna kebersamaan. Bagi saya, momen ini memberikan kelegaan mental, seperti sebuah pengingat bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dalam kesederhanaan dan kedamaian batin.

Kuliner Khas dan Suasana Asri di Kedai Bukit Rhema

Setelah menikmati pemandangan dan refleksi spiritual, tidak lengkap rasanya jika tidak singgah di Kedai Bukit Rhema. Kedai ini menawarkan berbagai hidangan lokal yang lezat dengan suasana yang nyaman dan menyatu dengan alam. Salah satu menu yang patut dicoba adalah nasi ayam kremes dan mendoan. Hidangan sederhana ini terasa semakin nikmat saat disantap dengan latar belakang pemandangan alam yang memukau.

Kedai Bukit Rhema juga menyediakan minuman herbal tradisional seperti wedang jahe yang tidak hanya menyegarkan tetapi juga menghangatkan tubuh. Menikmati makanan dan minuman ini di teras kedai yang menghadap langsung ke perbukitan memberikan sensasi yang menenangkan. Suasana asri dan sejuk menambah kenyamanan saat bersantap bersama keluarga atau teman.

Pengalaman Edukasi dan Sejarah

Bagi yang ingin belajar lebih banyak tentang sejarah dan asal-usul Bukit Rhema, bisa mengikuti tur singkat yang dipandu oleh pemandu lokal. Pengunjung bisa mengikuti tur ini dan mendapat banyak wawasan menarik tentang bagaimana bangunan ini berdiri dan misi awal pendirinya. Pemandu juga menjelaskan bagaimana tempat ini, yang awalnya hanya sebuah gereja, kini berkembang menjadi destinasi wisata spiritual yang inklusif bagi semua kalangan.

Tur ini tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang sejarah Bukit Rhema, tetapi juga membuat pengunjung lebih menghargai keberagaman budaya dan agama di Indonesia. Keunikan bangunan merupakan cerminan nyata dari semangat toleransi dan harmoni yang seharusnya kita junjung tinggi.

Kesimpulan

Mengunjungi Bukit Rhema adalah sebuah pengalaman yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyentuh hati dan pikiran dengan suasana yang damai dan spiritual. Tempat ini adalah perpaduan sempurna antara wisata alam, arsitektur unik, kuliner lokal, dan edukasi sejarah yang menginspirasi.

Bagi siapa saja yang mencari ketenangan atau sekadar ingin menikmati keindahan alam, Bukit Rhema adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Setiap sudut tempat ini menyimpan cerita dan pengalaman yang akan terus hidup dalam ingatan, memberikan kesan mendalam yang akan membuat Anda selalu ingin kembali.

Bukit Rhema bukan hanya sebuah tempat wisata, tetapi sebuah perjalanan batin yang akan memberikan makna baru bagi hidup Anda.

4 Wisata Sunrise Terbaik di Magelang dengan Harga Tiketnya

Tempat Menikmati Sunrise di Magelang

Magelang, yang terkenal dengan Candi Borobudurnya, juga menjadi surga bagi para pecinta sunrise. Bagi anda yang mencari momen untuk melihat matahari terbit di balik perbukitan dan kabut, Magelang menawarkan berbagai spot luar biasa. Berikut adalah 4 tempat terbaik untuk menikmati sunrise di Magelang tahun 2024 beserta informasi harga tiket terbaru November 2024.

1. Punthuk Setumbu

tempat wisata terbaik magelang 2024
Keindahan Sunrise di Punthuk Setumbu

Punthuk Setumbu adalah salah satu tempat paling ikonik untuk menikmati sunrise di Magelang, terutama karena pemandangannya yang langsung menghadap ke Candi Borobudur. Terletak di perbukitan sekitar 4 km dari candi, tempat ini menawarkan panorama epik di mana matahari perlahan muncul di antara kabut dan deretan gunung. Pemandangan di pagi hari dihiasi oleh siluet Candi Borobudur yang dikelilingi oleh hamparan kabut.

Harga Tiket Masuk 2024:

  • Domestik: Rp 20.000/orang
  • Mancanegara: Rp 50.000/orang

Punthuk Setumbu buka mulai jam 04.00 pagi hingga 18.00 setiap hari, jadi pastikan Anda datang lebih awal untuk mendapatkan momen sunrise yang bagus. Untuk informasi reservasi dan lainnya bisa diakses di website punthuksetumbu.com

2. Bukit Rhema (Gereja Ayam)

wisata sunrise terbaik magelang
Melihat Matahari Terbit dari Puncak Mahkota Bukit Rhema

Baca Juga: Bukit Rhema: Napak Tilas Romantisme Cinta Dan Rangga

Bukit Rhema, atau yang dikenal dengan “Gereja Ayam,” bukan hanya menjadi destinasi wisata religi dan budaya, tetapi juga merupakan spot populer untuk melihat sunrise. Dari bagian puncaknya yaitu bagian mahkota di lantai 7, pengunjung dapat menikmati pemandangan luas yang meliputi pegunungan dan hamparan sawah di sekitarnya.

Bukit Rhema juga memiliki kelebihan berupa kenyamanan tambahan. Setelah menyaksikan sunrise yang memukau, Anda bisa langsung turun ke Kedai Bukit Rhema di lantai 3 dan 4 untuk menikmati sarapan dengan suasana yang tenang, pemandangan indah, dan hidangan lezat. Ini memberikan pengalaman menyeluruh dari pagi hingga siang hari.

Harga Tiket Masuk 2024:

  • Tiket Masuk ke Bukit Rhema: Rp 25.000/orang (free traditional snack)
  • Tiket Paket Sunrise (sudah termasuk sarapan): Rp 150.000/orang (minimal reservasi 4 pax)

Bukit Rhema buka mulai pukul 06.00 WIB setiap hari. Namun, jika anda reservasi paket sunrise anda bisa datang pukul 04.00 WIB untuk mendapatkan momen terbaik melihat matahari terbit. Informasi lebih lanjut mengenai reservasi bisa di dapatkan di website bukitrhema.com atau kedaibukitrhema.com

3. Silancur Highland

tempat wisata sunrise terbaik magelang
Sunrise di Silancur Highland

Terletak di Kecamatan Kaliangkrik, Silancur Highland menjadi salah satu tempat favorit untuk berburu sunrise dengan latar belakang pegunungan. Lokasi ini menawarkan keindahan alam yang memukau dengan lanskap gunung seperti Merapi, Merbabu, dan Sumbing. Saat kabut tipis mulai terangkat oleh cahaya matahari, suasana magis terbentuk, memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

Selain spot sunrise, Silancur Highland juga memiliki taman bunga dan berbagai spot foto yang instagramable, menjadikannya tempat yang cocok untuk para pengunjung yang ingin memadukan keindahan alam dengan hobi fotografi.

Harga Tiket Masuk 2024:

  • Tiket Masuk Hari Senin – Sabtu: Rp 10.000/orang
  • Tiket Masuk Hari Minggu/hari libur nasional: Rp 15.000/orang
  • Tiket Masuk Khusus Anak < 6 Tahun: Rp 5.000/anak

Tempat ini juga buka sejak pukul 04.00, dan disarankan untuk datang lebih awal guna mendapatkan momen sunrise terbaik.

4. Nepal van Java

tempat wisata sunrise terbaik magelang hits
Keindahan Nepal Van Java di Lereng Gunung Sumbing

Nepal van Java adalah sebuah desa yang terletak di lereng Gunung Sumbing yang kini menjadi destinasi wisata populer di Magelang. Pemandangan desa ini mirip dengan desa-desa di Nepal yang berada di kaki Himalaya. Dengan rumah-rumah yang tertata rapi di lereng gunung, dusun ini menjadi tempat yang menakjubkan untuk menikmati sunrise dengan latar belakang pegunungan yang dramatis.

Meskipun medan di tempat ini cukup menantang, terutama bagi mereka yang belum terbiasa dengan jalan berbukit, keindahan pemandangannya benar-benar sebanding dengan usaha yang diperlukan. Anda bisa menyaksikan matahari muncul di balik Gunung Sumbing sambil menikmati suasana pedesaan yang masih asri.

Harga Tiket Masuk 2024:

  • Tiket Masuk: Rp 10.000/orang

Nepal van Java buka 24 jam, jadi Anda bisa merencanakan perjalanan Anda kapan saja, namun untuk sunrise, pastikan Anda tiba sekitar pukul 05.00 pagi.

Tips Menikmati Sunrise di Magelang

  • Datang Lebih Awal: Semua spot sunrise ini biasanya dipadati pengunjung, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Datang lebih awal akan memberi Anda kesempatan untuk mendapatkan tempat terbaik dan menikmati momen sunrise dengan lebih nyaman.
  • Persiapkan Perlengkapan: Jangan lupa membawa jaket hangat, terutama jika Anda berkunjung pada musim kemarau. Suhu di pagi hari bisa sangat dingin di beberapa tempat ini. Selain itu, bawa kamera atau ponsel dengan baterai penuh untuk mengabadikan keindahan sunrise.
  • Perhatikan Cuaca: Pastikan Anda memeriksa prakiraan cuaca sebelum reservasi dan sebelum berangkat. Sunrise terbaik bisa dinikmati pada cuaca cerah, sedangkan kabut tebal atau hujan dapat mengurangi visibilitas.

Dengan berbagai pilihan tempat yang menakjubkan ini, Magelang menjadi salah satu tujuan favorit para pencari keindahan alam di Indonesia. Setiap lokasi menawarkan keunikan tersendiri, baik dari segi pemandangan maupun suasananya, dan semuanya siap memberikan pengalaman luar biasa di pagi hari. Jangan ragu untuk merencanakan kunjungan Anda di tahun 2024 dan menikmati magisnya matahari terbit di Magelang!

Pesona Wisata Religi di Gereja Ayam Bukit Rhema

Halaman Gereja Ayam

Gereja Ayam di Bukit Rhema, yang terletak di daerah Gombong, Kembanglimus, dekat Borobudur, Magelang, adalah destinasi wisata religi yang unik. Tempat ini dikenal karena bentuk bangunannya yang menyerupai burung merpati dengan mahkota di atasnya, bukan ayam seperti yang sering disangka. Keindahan arsitektur yang menarik ini menjadi daya tarik utama, ditambah dengan pemandangan alam yang menakjubkan di sekitarnya.

Setiap akhir pekan, Gereja Ayam dipadati pengunjung. Lokasi parkir yang luas mampu menampung kendaraan roda dua maupun roda empat dengan nyaman. Selain itu, gereja ini pernah menjadi lokasi syuting film Ada Apa dengan Cinta 2, yang semakin menambah popularitasnya.

Baca Juga : Bukit Rhema: Napak Tilas Romantisme Cinta Dan Rangga

Fasilitas di Gereja Ayam Bukit Rhema

Tempat wisata ini menyediakan berbagai fasilitas yang memadai, seperti mobil jeep untuk mengangkut pengunjung, toilet, warung makan, dan kafe. Bangunan yang mulai dibangun pada tahun 1992 ini bertujuan sebagai simbol perdamaian dan persatuan. Di dalamnya terdapat ruang khusus untuk berdoa, termasuk ruang sholat bagi umat Muslim, serta ruangan untuk penganut agama lainnya seperti Hindu, Buddha, dan Kristen.

Harga Tiket Masuk

Pengunjung hanya perlu membayar Rp25.000 untuk menikmati wisata di Gereja Ayam. Tempat ini buka setiap hari dan bisa diakses dari Candi Borobudur dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Pengunjung harus berjalan sekitar 200 meter, namun tersedia layanan mobil jeep bagi yang tidak ingin berjalan kaki.

Hal Menarik di Gereja Ayam Bukit Rhema

Ada beberapa hal menarik, di antaranya:

  1. Bangunan sejarah ini memiliki tujuh tingkat dengan berbagai ruang doa untuk lima agama besar di Indonesia, menjadikannya tempat yang inklusif bagi semua pengunjung.
  2. Arsitektur burung merpati dengan mahkota menjadi spot foto favorit, meskipun area ini cukup sempit sehingga pengunjung harus bergantian untuk berfoto.
  3. Pemandangan indah dari pepohonan hijau, lembah, dan gunung juga dapat dinikmati dari sini, terutama saat matahari terbit.
  4. Ada juga wahana edukasi di dalam gedung, terpisah dari area merpati di bagian luar.
  5. Pengunjung bisa menikmati makanan tradisional di kedai Bukit Rhema, yang terletak di sisi belakang bangunan.

Gereja Ayam Bukit Rhema menawarkan pengalaman wisata religi yang unik dengan fasilitas ibadah untuk berbagai agama, serta pemandangan alam yang mempesona.

Rekomendasi Rute Wisata Terbaru Magelang 2025

Rute Wisata Magelang Terbaru 2025

Magelang, yang terkenal dengan kehadiran Candi Borobudur, menawarkan berbagai destinasi yang memadukan keindahan alam, sejarah, dan pengalaman kuliner. Pada tahun 2025, rute wisata di sekitar Borobudur semakin populer dengan berbagai pilihan aktivitas yang cocok bagi para pecinta alam, fotografer, dan pecinta kuliner. Dalam satu hari, wisatawan bisa merasakan pemandangan spektakuler, sarapan di puncak bukit, hingga menjelajahi candi terbesar di dunia. Berikut adalah panduan rute wisata yang wajib dicoba saat berkunjung ke Magelang.

1. Menyaksikan Sunrise di Punthuk Setumbu

wisata terbaru magelang
Sunrise di Punthuk Setumbu

Baca Juga: 5 Lokasi Syuting Film Terpopuler di Magelang yang Wajib Dikunjungi

Tidak ada cara yang lebih baik untuk memulai perjalanan di Magelang selain menyaksikan sunrise di Punthuk Setumbu. Punthuk Setumbu adalah salah satu spot paling populer untuk melihat matahari terbit dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang berdiri gagah di kejauhan. Ketika sinar matahari mulai muncul, langit berubah menjadi palet warna yang indah, dan siluet Borobudur memberikan kesan mistis yang memukau.

Pengunjung biasanya tiba di lokasi sekitar pukul 4 pagi dan mulai mendaki bukit untuk mendapatkan tempat terbaik. Punthuk Setumbu menawarkan panorama luar biasa yang membuatnya menjadi surga bagi fotografer dan penggemar alam. Spot ini juga sangat populer di kalangan pengguna media sosial yang ingin menangkap momen magis saat matahari terbit.

2. Sarapan di Kedai Bukit Rhema

wisata terbaru magelang 2025
Sarapan di Kedai Bukit Rhema

Setelah menikmati keindahan matahari terbit, saatnya beristirahat dan menikmati sarapan di Kedai Bukit Rhema. Kedai ini terletak di bagian ekor bangunan ikonik Gereja Ayam yang sebenarnya berbentuk burung merpati. Lokasinya yang berada di atas bukit menyajikan pemandangan spektakuler perbukitan hijau yang terbentang luas. Tempat ini sangat cocok untuk bersantai setelah mendaki Punthuk Setumbu.

Kedai Bukit Rhema menawarkan berbagai pilihan sarapan, mulai dari menu magelangan, ayam bakar bukit rhema, hingga pilihan lebih ringan seperti pisang goreng dan kopi. Sambil menikmati makanan, pengunjung bisa meresapi suasana alam yang damai dan menenangkan, serta mengambil foto dengan latar belakang pemandangan yang tak kalah indah.

3. Menjelajahi Candi Borobudur

wisata terbaru magelang
Candi Borobudur – Candi Buddha Terbesar di Dunia

Setelah sarapan, perjalanan berlanjut ke Candi Borobudur, candi Buddha terbesar di dunia. Menjelajahi Borobudur tidak hanya memberikan wawasan tentang sejarah dan filosofi Buddha, tetapi juga pengalaman spiritual yang mendalam. Wisatawan dapat berjalan mengelilingi candi dari lantai paling bawah hingga puncaknya, menyusuri teras-teras yang mengelilingi stupa utama. Setiap bagian candi memberikan pandangan yang lebih dalam tentang kehidupan Buddha dan simbol-simbol kehidupan spiritual.

Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam, tersedia pemandu wisata yang dapat memberikan penjelasan detail tentang sejarah dan makna simbolis dari setiap bagian candi. Tur ini biasanya memakan waktu sekitar 1-2 jam, tergantung pada minat pengunjung untuk mengeksplorasi lebih dalam.

4. Eksplorasi Alam di Ketep Pass

wisata terbaru magelang 2025
Melihat Gunung Merapi dan Gunung Merbabu Lebih Dekat dari Ketep Pass

Setelah menjelajahi Borobudur, destinasi selanjutnya yang tak kalah menarik adalah Ketep Pass, tempat terbaik untuk melihat Gunung Merapi dan Gunung Merbabu dari dekat. Terletak sekitar satu jam dari Borobudur, Ketep Pass menawarkan pemandangan luar biasa dari dua gunung aktif di Jawa Tengah. Selain itu, Ketep Pass juga memiliki fasilitas edukatif seperti museum vulkanologi dan teropong yang memungkinkan pengunjung melihat lebih dekat puncak gunung berapi.

Ketep Pass adalah tempat yang ideal untuk wisatawan yang ingin menikmati alam sembari belajar tentang fenomena alam seperti gunung berapi. Selain pemandangan yang spektakuler, terdapat juga jalur pendakian ringan dan area istirahat di mana pengunjung bisa bersantai sambil menikmati kopi atau teh dengan latar belakang gunung yang indah.

5. Menutup Hari dengan Kuliner di Magelang

wisata kuliner wisata terbaru magelang 2025
Tuin Van Java – Berbagai Kuliner Khas Magelang

Setelah seharian berpetualang, menutup perjalanan dengan mencicipi kuliner khas Magelang adalah pilihan yang tepat. Beberapa hidangan lokal yang wajib dicoba antara lain gethuk, tahu kupat, mangut beong, nasi goreng magelangan, bakmi jawa, dan nasi rebus. Bagi pengunjung yang ingin mencoba berbagai macam makanan dalam satu tempat, Taman Wisata Kuliner Tuin Van Java yang terletak di Alun-alun Kota Magelang menawarkan aneka hidangan tradisional dalam suasana yang nyaman.

Selain itu, berbagai restoran di sekitar Borobudur dan Magelang menyajikan hidangan yang menggabungkan cita rasa tradisional dan modern, memberikan wisatawan banyak pilihan untuk menikmati akhir hari dengan lezat.

Kesimpulan

Rute wisata 2025 di Borobudur menawarkan perpaduan yang sempurna antara keindahan alam, warisan sejarah, dan kuliner yang memikat. Dari menyaksikan sunrise di Punthuk Setumbu, menikmati sarapan di Kedai Bukit Rhema yang dikelilingi pemandangan alam, hingga mengeksplorasi sejarah di Candi Borobudur dan Ketep Pass, perjalanan ini akan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi siapa saja yang berkunjung ke Magelang. Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati rute wisata ini dalam kunjungan Anda ke Borobudur!